7 Tempat Wisata Di Istanbul, Turki Yang Gratis

Istanbul yang merupakan salah satu primadona pariwisata Turki memang memiliki daya tarik tersendiri yang mengundang jutaan wisatawan datang setiap tahunnya. Tapi berwisata ke kota ini boleh dibilang tidak murah juga, karena sebagian dari wilayahnya juga masuk ke wilayah Eropa maka efek Euro juga menular ke harga-harga di kota ini.

Kota ini banyak dipenuhi oleh museum-museum dan tempat wisata menarik, yang untuk masuknya pun lumayan mahal. Rata-rata 10-30 TL (1 TL kurang lebih Rp5,600). Jadi kalau kita masuk ke museum Hagia Sophia misalnya, kurang lebih tiket masuknya Rp168,000 (30 TL).

Nah, untuk menyeimbangkan pengeluaran supaya jalan-jalan kita bisa lebih hemat selama di Istanbul, banyak juga lho objek wisata yang bisa kita datangi dengan gratis. Siap untuk wisata ke Istanbul? Yuk, kunjungi 7 objek wisata gratis di kota ini!

1. Blue Mosque (Sultanahmet Camii)
Bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi ini boleh dibilang adalah salah satu landmark yang paling terkenal di Istanbul, ibaratnya bagai ke Jakarta dan mengunjungi Monas, atau ke Kuala Lumpur dan wajib ke Petronas Twin Towers-nya.

Masjid yang terletak di kawasan Sultanahmet ini memiliki bentuk arsitektur yang

Masjid yang terletak di kawasan Sultanahmet ini memiliki bentuk arsitektur yang indah, kubah-kubah masjidnya bagai bertumpuk-tumpuk dan juga dilengkapi 6 menara yang menjulang, menghiasi kawasan tertua di kota Istanbul. Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmet I dan selesai pada tahun 1617, dengan hiasan berdesain tradisional Ottoman, dinding bagian dalamnya dihiasi sekitar 20.000 keping mosaik biru, dengan 260 jendela dengan kaca-kaca patri (stained glass), semakin mempercantik arsitektur bangunan ini.

Singgah ke Blue Mosque saat kamu di Istanbul, akan memberikan satu pengalaman tersendiri yang tidak terlupakan. Masjid ditutup sekitar 30 menit sebelum dan sesudah waktu sholat, kecuali bagi yang ingin menjalankan ibadah. Pada hari Jumat juga ditutup, hanya bagi yang akan mejalankan ibadah Sholat Jumat saja, satu jam sebelum dan sesudah Jumatan.

Alamat: Meydanı Sokak 17, Sultanahmet, Istanbul
Tel: +90 212 518 1319

2. Sultanahmet Park (Blue Mosque Sound and Light Show)
Menikmati malam di Istanbul kurang lengkap tanpa menikmati keindahan Blue Mosque dari kejauhan saat senja telah jatuh disambut malam. Kamu bisa menikmati duduk-duduk di bangku-bangku taman yang berada antara Blue Mosque dan Hagia Sophia ini, sambil menikmati keindahan cahaya yang menghiasi Blue Mosque dan 6 buah minarets (menara) masjid tersebut dan juga lampu-lampu yang berganti warna mempercantik air mancur yang ada di halaman taman ini.

Pada musim panas, ada sound and light show setiap malam, dilengkapi dengan audio dalam beberapa bahasa, yaitu Turki, Inggris, Perancis dan Jerman. Kalau berkunjung antara bulan Mei sampai September, jangan lewatkan untuk nonton ya!

3. The Hippodrome (of Constantinople)
Masih di seputaran Blue Mosque, ada satu area bernama Hippodrome. Pembangunannya dimulai oleh kaisar Roma Septimius Severus pada abad 203 Masehi, dan selesai pada abad 330 Masehi di masa pemerintahan Constantine Agung. Awalnya merupakan tempat pacuan kuda terbesar di dunia yang bisa memuat sampai 100.000 penonton. Di era Byzantium, Hippodrome juga difungsikan sebagai tempat berbagai upacara, kegiatan sosial, olahraga, dan pusat aktifitas utama selama lebih dari 1.000 tahun.

Kini area di sekitar tempat yang dulunya adalah Hippodrome yang sempat terlantar, sudah menjadi sebuah taman umum dan berisi 3 monumen yang tersisa. Salah satunya yang boleh dibilang sebagai landmark tempat ini adalah sebuah obelisk setinggi sekitar 25 meter, dibawa ke Istanbul oleh Kaisar Roma pada abad 4 Masehi. Dulunya obelisk ini dipindahkan dari kuil Karnak di Thebes (sekarang Luxor). Pada obelisk dari batu granit tersebut terdapat ukiran Kaisar Theodosius dan keluarganya yang sedang menyaksikan pacuan.

Masih di seputaran Blue Mosque, ada satu area bernama Hippodrome. Pembangunannya

Ada juga bangunan lain yang dinamakan Serpentine Column, merupakan tiga ular perunggu yang terjalin membentuk sebuah tiang, dibawa dari kuil Appolo di Delphi, Yunani yang dipersembahkan oleh 31 kota di Yunani yang dikalahkan oleh Persia di Platea pada 479 sebelum Masehi.

Monumen lainnya di area Hippodrome ini adalah German Fountain, air mancur yang berbentuk bangunan segi delapan, merupakan hadiah dari Kaisar Jerman Wilhemlm II di tahun 1898 kepada Sultan Abdül Hamit II, sebagai lambang persahabatan Jerman dan Ottoman.

4. Grand Bazaar (Kapalı Çarşı)
Lokasi pasar dalam ruang terbesar di dunia yang berdiri sejak tahun 1461 ini, tidak jauh dari stasiun tram Cemberlitas. Grand Bazaar memiliki empat pintu utama, luas areanya sekitar 54 ribu meter persegi. disini terdapat 64 lorong dengan sekitar 4.000 kios pedagang, yang jadi tempat belanja paling terkenal di Istanbul, baik bagi warga lokal maupun turis mancanegara. Apa yang mau kamu cari disini sepertinya ada, mulai dari barang oleh-oleh, aksesoris, produk sampai barang antik, karpet sampai perak dan emas. Setelah lelah berkeliling, bisa istirahat sebentar sambil nikmatin the atau kopi Turki.

Buka antara jam 8.30 pagi sampai 7 malam. Kalau di Negara lain mungkin hari Minggu adalah saat yang tepat untuk berbelanja, di Istanbul tempat belanja seperti Grand Bazaar ini malah tutup. Jadi pastikan untuk berkunjung dari senin sampai Sabtu. Pusat belanja ini juga tutup selama bulan Ramadhan, Lebaran, tanggal 29 Oktober dan beberapa hari besar keagamaan lainnya.

https://i0.wp.com/www.istanbultrails.com/wp-content/uploads/2008/10/istanbul-grand-bazaar-map-1.jpg

 

5. Istiklal Cadessi
Boleh dibilang jalanan yang terletak di distrik Beyoğlu ini adalah tempat hang out yang paling happening di Istanbul! Bayangkan, sepanjang tiga kilometer mulai dari Monument of Republic sampai ujung Istiklal Cadessi, kamu bisa temukan berbagai tempat belanja dan hiburan yang seru. Restoran, kafe, klub malam, galeri seni, museum dan tentunya pusat perbelanjaan, jadi tempat favorit anak muda di Istanbul, melambangkan sisi modern dan kosmopolitan kota ini.

Istiklal Cadessi benar-benar memberikan warna yang berbeda untuk acara jalan-jal

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa jalan ini sebelumnya dikenal sebagai ‘Grande Rue de Pera’, jalan yang paling elegan di Istanbul, dimana terdapat toko-toko dan butik penting kota ini, berbagai kedutaan besar, gereja serta tea house yang biasa dikunjungi warga kalangan atas kota ini. Sebuah jalan yang dulunya orang tidak kebayang bakalan bisa jalan-jalan hanya dengan memakai t-shirt dan celana jeans saja disini.

Istiklal Cadessi benar-benar memberikan warna yang berbeda untuk acara jalan-jalan kamu menjelajahi Istanbul. Pas sekali untuk foto-foto dengan latar belakang bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur klasik dan modern yang memenuhi sepanjang jalan ini.

Kamu bisa temukan berbagai tempat belanja dan hiburan yang seru. Restoran, kafe,
Sketsa peta seputar daerah Istiklal, milik salah satu hostel disitu

6. Spice Bazaar/Egyptian Bazaar (Mısır Çarşısı)
Pasar ini memang tidak sebesar Grand Bazaar, tapi juga merupakan salah satu pusat perbelajaan tua yang ramai dikunjungi. Dibangun pada tahun 1664 yang terletak di Eminönü, distrik Fatih. Walau hanya terdapat sekitar 86 kios saja, tapi barang yang dijual disini cukup beragam, mulai dari makanan khas Turki, pakaian, perhiasan, barang pecah-belah dan tentunya rempah-rempah yang dulunya didatangkan dari Mesir, makanya tempat ini jadi dikenal juga dengan nama Egyptian Bazaar.

Buka jam 8 pagi sampai 7 malam. Tutup pada hari Minggu, tanggal 29 Oktober dan hari-hari besar keagamaan lainnya.

Alamat: Yeni Camii Meydanı, Eminönü (sebelah New Mosque/Yeni Camii). Tel: +90 212 513 6597.

7. Florence Nightingale Museum
Seorang wanita yang sangat terkenal di dunia keperawatan modern adalah Florence Nightingale. Perawat asal Inggris ini mendedikasikan dirinya untuk berperan serta dan merawat para tentara yang terluka selama perang Krimea, tahun 1854-1856.

Museum ini dibangun untuk mengenang jasa-jasanya, berlokasi di barak bekas gudang senjata yang dulu juga berfunsi sebagai rumah sakit tentara. Berisi memorabilia Florence Nightingale dan juga sejarah seputar perang Krimea.

Untuk mengunjungi museum ini gratis, tapi sebaiknya kita mengajukan dulu surat untuk kunjungan yang bisa dikirim melalui fax, berikut copy halaman berfoto paspor, setidaknya 48 jam sebelum kedatangan. Jangan lupa sertakan juga nomer telpon kamu yang bisa dihubungi di Istanbul agak, mereka bisa memberikan jawaban.

Di pintu barak kamu akan disambut petugas militer yang akan memandu tour. Lokasi museum antara Üsküdar and Kadıköy, menara jam di TC Marmara University. Kalau naik feri dari Eminönü ke Harem, setelah tiba jalan kaki ke arah kanan (Selatan) sekitar 10 menit, sampai tiba di Selimiye Kıslası Harem Kapısı (pintu barak – Harem Gate).
Kalau dari Üsküdar, naik bus dari tempat tunggu bus di bagian selatan Şemsi Paşa Mosque dan turun di pemberhentian Gümrük.

Alamat: Nci Ordu Komutanliği 1, Extras Selimiye Army Barracks
Fax: +90 216 310 7929
Tel: +90 216 556 8161
Jam buka: 09.00-17.00 (Senin–Jumat)

Itu dia 7 tempat wisata di Istanbul, Turki yang bisa kamu kunjungi dengan gratis, sambil menambah pengetahuan tentang sejarah kota ini yang sangat kaya. Dan juga menambah koleksi foto-foto kamu dengan latar belakang pemandangan kota Istanbul yang spektakuler!

Leave a comment